Senin, 05 Juli 2010

Membuat Layang-Layang

Persiapkan bahan-bahan berikut:
1 potong bambu tipis dengan lebar +/- 1 cm dan panjang +/- 80 cm, 1 potong bambu tipis dengan lebar +/- 1 cm dan panjang +/- 40 cm, Kertas tissue atau kertas minyak dengan ukuran sesuai dengan ukuran bambu, Spidol, Pita gulungan agak tebal, Tali atau benang, Gunting, Isolasi, Meteran

Cara Membuat:

Letakkan kedua bambu secara menyilang dengan titik pertemuan pada 1/3 dari bambu yang paling panjang Rekatkan kedua bambu tersebut dengan menggunakan tali atau benang.

Ikat dan hubungkan ke empat ujung bambu dengan tali atau benang hingga membentuk
wajik.Sekarang rangka layang-layang selesai, lalu letakkan rangka layang-layang tersebut diatas kertas.

Tandai kertas tersebut dengan spidol sehingga mengikuti bentuk rangka layangan.
Tambahkan ekstra 2.5 cm untuk garis potongan.

Gunting kertas tersebut mengikuti garis potongan.

Lipat bagian kertas kearah belakang, lalu rekatkan pada rangka dengan menggunakan isolasi.

Untuk keseimbangan, tambahkan ekor dari tali atau benang sepanjang sekitar 1 meter, ikatkan pada bagian bawah layang-layangLangkah, tambahkan guntingan kertas untuk memperindah.

Buatlah lubang di tengah-tengah layangan (dekat dengan tempat penyilangan bambu rangka) masukkan tali atau benang layangan ke lubang dan ikatkan ke titik persilangan, lalu ikatkan ujung yang lain ke ujung bawah rangka layangan ( panjang tali sekitar 90cm)

Membuat Roti Bakar

Bahan :
Roti tawar ( terserah yang ada apa )
Selai kacang
Coklat meses
Keju
Susu condensed (manis)
Margarine

Cara membuat :
Seperti bikin roti biasa tiap lembar dioles, selai kacang .. tabur meses .. terus susu manis tumpuk jadi 3 tumpuk. Yang keju juga sama, masing2 roti yang udah siap diatasnya dioles margarine atas dan bawah siapkan wajan anti lengket panggang bolak balik sampe agak kecoklatan ....hidangkan panas2

Bahan-bahan serta cara membuat udang goreng saus tiram

Bahan-bahan:

- 500 gram udang ukuran besar

- 1/2 sendok teh oregano kering

- 1/2 sendok teh merica bubuk

- 1 sendok makan air jeruk nipis

- 1/2 sendok teh garam halus

- 1 butir telur ayam dikocok

- 50 gram tepung Maizena

- 2 sendok makan mentega

- 50 gram bawang bombay iris tipis

- 2 siung bawang putih cincang halus

- 3 cabai merah iris serong 1 centimeter

- 125 gram biji jagung manis kalengan

- 1 sendok makan saus tiram

- 1/2 sendok teh merica bubuk

- 1/2 sendok teh garam halus

- 15 helai daun kucai, potong 2 cm

Cara membuat:

- Kupas udang, sisakan ekornya dan belah punggungnya

- Rendam udang bersama oregano, merica, air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 30 menit. Tiriskan.

- Celupkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung Maizena hingga rata.

- Goreng udang dalam minyak panas hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.

- Panaskan mentega, tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu.

- Masukkan cabai dan jagung manis. Aduk hingga cabai layu. Lalu masukkan udang goreng, aduk rata.

- Tambahkan saus tiram, merica, dan garam. Aduk hingga sayuran matang. Masukkan kucai, aduk dan angkat. Sajikan panas-panas. [L1]

Aspek-aspek dalam pembangunan hutan

Pokok-pokok permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pembangunan kehutanan, mencakup banyak aspek, yaitu antara lain:
1). Aspek Ideologi, Politik dan Keamanan
Aspek-aspek Ideologi, Politik dan keamanan akan sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembangunan nasional, termasuk pembanguan kehutanan.
2). Aspek Kependudukan
Aspek ini berkisar pada masalah: pesatnya laju pertambahan penduduk dan penyerapan tenaga kerja.

3). Aspek Social Ekonomi
Dari pembanguna kehutanan, harus diperoleh manfaat social ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan, yang antara lain dalam bentuk.
- Perolehan devisa
- Peningkatan kesempatan berusaha
- Terbukanya kesempatan kerja
- Jasa rekreasi, pendidikan dan ilmu pengetahuan
- Konservasi tanah, tata air dan mutu tata lingkungan
4). Aspek Lahan dan Kawasan
Percepatan pembangunan nasional memerlukan lahan yang harus tersedia. Demikian pula pertambahan penduduk dan peningkatan kebutuhan hidup memerlukan ruang hidup berupa lahan. OLeh karena itu dalam rangka mendukung kepentingan transmigrasi, pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, pertambangan serta penyediaan energy dan kepentingan non kehutanan, perlu tersedia lahan hutan yang dapat di konversikan seluas ±1 – 1,5 juta Ha per tahun.
5). Aspek Manajemen
Tersedianya data dasar dan informasi yang lengkap, baru serta akurat sangat diperlukan dalam rangka penyusunan rencana pengelolaan hutan secara tepat, yang tersusun secara sempurna, menyeluruh dan terpadu.
6). Aspek Aparatur, Sarana dan Prasarana.
Mutu dan jumlah tenaga yang professional dan terampil masih harus ditingkatkan. Demikian pula mengenai kelengkapan saran dan prasarana perlu didayagunakan secara optimal.


7). Aspek Keamanan Hutan
Gangguan terhadap keamanan hutan antara lain:
- Penebangan liar dan pencurian hasil hutan
- Perladangan berpindah
- Kebakaran hutan
- Pengembalaan liar
- Penangkapan satwa liar dan penyelundupan flora/fauna yang dilindungi
- Hama dan penyakit
- Penggalian bahan tambang secara liar
- Pemukiman liar
- Perburuan liar
- Bencana alam

Tips membuat Nastar Bulat agar sama besarnya

Biasanya dalam membuat kuker (kue kering) yang namanya Nastar, bentuk yang paling favorite adalah bulat.
Nah untuk beberapa teman ternyata mengalami kesulitan saat membuat bulatan berisi selai nanas itu.... kesulitannya karna bentuk akhirnya tidak sama besarnya.
Lha.... tau2 ada yang besar dan ada yang kecil.... hehehe, bisa jadi rebutan tuh nantinya :D
Trus gimana caranya agar bulatan2 Nastar itu bisa sama besar ???
Gini solusinya....
Ambil selembar plastik (plastik kloan yg buat gula itu lho, trus gunting 2 sisinya) dan bentangkan.
Ambil adonan secukupnya dan letakkan pada tengah plastik tadi lalu tutup dengan selembar plastik dan gilas dengan rolling pin atau pake botol/gelas jg bisa.
Lalu cetak dengan cookie cutter (ato kalo ga ada pake aja tutup kemasan baking powder-nya Kupu2... spt yg ada di foto itu lho) agar sama besar.
Trus ambil 1 lembar bulatan tadi dan isi dengan selai nanas secukupnya dan bentuk menjadi bulat.
Taraaaaaaaaaaa.... jadi deh, semua bulatan sekarang bisa sama besarnya.
Gampang kaaaannn ????

sumber: catatandidapur.blogspot.com

Mendaur Ulang Sampah

Upaya daur ulang sampah plastik yang dilakukan Palapa Plastic Recycle Foundation, sebuah lembaga yang dibentuk masyarakat Lhokseumawe untuk mengatasi persoalan sampah plastik, kini mulai dilirik perusahaan pendaur ulang sampah plastik terbesar di dunia. Lembaga ini ditawari kesempatan mengekspor sampah plastik yang telah diolah.

Menurut Chairman Palapa Plastik Recycle Foundation (PPRF) Baharudin Sanian, yayasannya menampung berbagai sampah plastik yang dikumpulkan pemulung. Berbeda dengan agen barang bekas, yayasan ini menurut Baharudin , memberdayakan pemulung dengan cara membantu mereka mengetahui nilai ekonomis sampah plastik. Jika sebelumnya pemulung menyerahkan sampah plastik berbagai jenis dalam bentuk aslinya, yayasan membantu pemulung memisahkan berbagai jenis sampah plastik tersebut sesuai unsur kimianya masing-masing.

"Dengan cara membagi semua jenis sampah plastik menurut unsur kimianya masing-masing, secara langsung membuat harga jual sampah plastik tersebut meningkat. Dulu ketika pemulung menyerahkan sampah plastik dalam bentuk utuh dan berca mpur baur, dihargai oleh agen pengumpul hanya Rp 1000 perkilogram. Tetapi ketika sampah plastik tersebut mulai dibagi dan dikelompokan sesuai unsur kimianya, harganya meningkat berkali lipat," ujar Baharudin.

Dia mencontohkan, satu botol minuman bisa terdiri dari dua jenis sampah plastik yang berbeda, botol dan tutupnya. Ketika keduanya dipisahkan dan digabungkan dengan jenis yang sama, maka harga sampah plastik tersebut bisa lebih mahal dibanding saat pemulung menjual botol dan tutupnya tak terpisah. "Kami butuh waktu sampai dua tahun membuat pemulung tahu membedakan jenis-jenis sampah plastik," ujar Baharudin.

PPRF kini memiliki sebuah tempat penampungan dan pabrik pengolahan sampah plastik. Pabrik ini berfungsi menggiling sampah-sampah plastik yang telah dipisahkan ke dalam berbagai jenis, menjadi serpihan kecil atau plastic chips. "Kalau dijual dalam bentuk plastic chips ini, harganya lebih mahal lagi, " kata Baharudin.

PPRF menurut Baharudin sempat dibantu lembaga donor yang datang ke Lhokseumawe pascatsunami. Dari lembaga donor inilah, PPRF mendapatkan konsultasi bisnis dan dihubungkan dengan salah satu perusahaan pengolah sampah plastik terbesar di dunia yang berbasis di Hong Kong, Fukutomi.

Perwakilan Fukutomi telah datang ke Lhokseumawe dan tertarik dengan apa yang kami lakukan. Mereka meminta kami mengekspor sebesar dua kontainer sampah plastik yang telah digiling tersebut, ujar Baharudin sembari mengatakan, dalam sebulan PPRF bisa menjual 150 ton sampah plastik yang telah diolah ke pabrik pengolahan.

Namun upaya Baharudin dan PPRF mengatasi persoalan sampah plastik ini tak sepenuhnya diduk.

sumber: sains.kompas.com

Teknik Bermain Tenis Meja

Tenis meja merupakan salah satu olahraga yang mudah dilakukan, setiap orang dapat langsung bisa bermain tenis meja, namun akan sedikit lebih sulit bila kita ingin lebih memperdalam, karena banyak sekali teknik dalam bermain tenis meja, sehingga banyak pula yang perlu dipelajari, mulai dari pemilihan peralatan yang tepat, cara memegang bet, teknik bola biasa/drive biasa, memukul bola pelintir atas/bawah, pelintir samping, pelintir 45 dejarat, pelintir 30 derajat, dan masih banyak lagi teknik untuk pemutaran bola, belum lagi tata cara menerima pukulan lawan, kecepatan pukulan, posisi bersiap/kuda-kuda, gerakan kaki/footwork, posisi badan dari meja, dan lain sebagainya.

Kali ini kita akan membahas terlebih dahulu mengenai pemilihan peralatan tenis meja yang tepat. Bagi pemain yang ingin memperdalam tenis meja, tidak sekedar bermain saja, peralatan adalah faktor yang sangat penting. Peralatan yang dimaksud di sini adalah bet yang terdiri dari kayu tenis meja dan karetnya.

Banyak pemain tenis meja yang awal bermain tenis meja atau yang masih pemula masih mengandalkan bet yang ketika membeli karetnya sudah ada tertempel pada kayunya. Model bet ini boleh digunakan namun hanya untuk bersenang-senang saja, karena pemain akan kesulitan untuk memperdalam permainan tenis meja dengan menggunakan bet seperti ini. Perusahaan-perusahaan besar pembuat peralatan tenis meja seperti Butterfly, Donic, Stiga dan yang lainnya pun masih mengeluarkan produk yang betnya langsung jadi yaitu karet sudah terpasang dengan kayunya. Salah satu alasannya mungkin adalah untuk membidik orang yang bermain tenis meja dengan tujuan bersenang-senang.

Untuk pemain yang ingin memperdalam permainan tenis meja, dianjurkan untuk menggunakan bet yang ketika membelinya terpisah antara kayu dan karetnya.

Untuk pemain dengan pegangan shakehand (seperti jabat tangan), pemain memerlukan 2 buah karet dengan warna yang berbeda untuk forehand dan backhand (aturan ITTF/ lembaga resmi tenis meja dunia), sedangkan untuk pegangan penholder (seperti memegang pulpen/biasanya banyak pemain Cina menggunakan pegangan ini), cukup dengan 1 karet saja, karena pemain penholder secara umum hanya menggunakan satu sisi karet saja, namun dengan berkembangnya waktu, saat ini sudah banyak pemain penholder yang menggunakan dua sisi, seperti pemain nasional Cina, sehingga memerlukan dua karet.

Untuk pemilihan kayu dan karet tergantung dari tipe permainan dari pemain itu sendiri, tipe permainan yang ingin dikembangkan ataupun tergantung dari dana yang tersedia.

Sebelum memilih kayu dan karet yang tepat sebaiknya bertanya terlebih dahulu kepada rekan yang sudah berpengalaman, pemain profesional ataupun pelatih. Dengan bertanya kepada mereka akan memudahkan kita memilih perlengkapan tenis meja.

Banyak pemain pemula yang langsung menggunakan kayu dan karet yang langsung bagus, itu tidak ada salahnya, karena dengan kualitas peralatan yang baik akan cepat membantu pemain tersebut berkembang.

Memilih kayu

Kayu tenis meja sangat beragam, namun secara keseluruhan terbagi menjadi dua fungsi, yaitu untuk pemain bertahan dan pemain serang. Kayu untuk pemain bertahan